Pesona Indahnya Benteng Tulokko, Kalamata dan Oranje Di Ternate

Pesona Indahnya Benteng Tulokko, Kalamata dan Oranje Di Ternate - Jika kamu telah berkunjung ke Ternate, jangan lupa untuk mampir ke benteng yang menjadi saksi serta peninggalan sejarah ini. Di benteng ini kamu bisa melihat pesona keindahan bangunan-bangunan yang bersejarah dan menjadi saksi penjajahan dan pertahanan di kota Ternate. Benteng Tulokko tepat berada di Kelurahan Sangadji, Kota Ternate, Maluku Utara. Jarak tempuh dari pusat kota kurang lebih sekitar 30 menit menggunakan kendaraan bermotor. 

Pesona Indahnya Benteng Tulokko, Kalamata dan Oranje Di Ternate


Benteng tulokko ini termasuk peninggalan portugis saat penjajahan zaman dulu. Dari bagian atas benteng dapat melihat pemandangan laut dengan latar belakang pulau maitara , halmahera, dan tidore. Pesona pemandangan dari atas benteng ini sangatlah indah. Benteng ini memeiliki keunikan tersendiri yakni memiliki dua bastion di depan dan satu dibelakang dan ini menjadi ciri khas Benteng Portugis.

Sebutan nama lain dari benteng ini adalah Benteng Hollandia. Tempat ini merupakan tempat wisata sejarah yang sudah banyak wisatawan datang berkunjung.  Benteng ini di bangun oleh bangsa Portugis pada tahun 1540. Pada sat itu bangsa portugis telah menguasai Ternate, benteng ini sebagai pertahanan bangsa itu untuk menguasai perdagangan dan keberadaan rempah - rempah serta cengkeh di Ternate. 

Benteng ini memang di bangun oleh bangsa Portugis, tapi pada saat itu sempat di ambil alih oleh Belanda sekitar tahun 1610. Belanda telah mendominasi antara wilayah Maluku dan sekitarnya, termasuk Ternate. Sekitar tahun 1996, benteng tulokko ini pernah di pugar kembali. Tapi sampai sekarang benteng ini masih dalam keadaan bagus, dan juga terlihat kokoh karena masi terawatt meskipun sudah berumur ratusan tahun. 

Benteng Kalamata

.
Bangsa Indonesia pernah di jajah oleh bangsa portugis pada saat itu, sejarah benteng-benteng yang ada di Tenate menjadi saksi bisu atas kejadian itu. Tujuan bangsa asing menjajah Indonesia untuk merebut hasil rempah-rempah, cengkeh dan juga ingin menguasai kekayaan penduduk Ternate. Pda abad ke 15 bangsa Portugis menjajah Ternate yang berada di Propinsi Maluku Utara. Berbagai cara telah di tempuh Portugis untuk menguasai hasil kekayaan dan juga menjauhkan bangsa lain yang ingin mengambil alih daerah Terante. Salah satu cara tesebut yaitu dengan membangun benteng di Ternate.

Jika kamu mengunjungi Ternate, akan banyak di temukan banteng-benteng peninggalan Portugis, tak hanya benteng tulokko tapi ada beberapa benteng lagi yang ada di Ternate. Salah satunya adalah Benteng Kalamata Ternate yang berada di Kayu Merah, Ternate Selatan. Benteng ini memiliki ukuran relative kecil jika di bandigkan benteng lainya. Benteng ini mempunyai tinggi 3 meter dan dinding setebal 60 cm. Benteng kalamata menghadap Pulau Tidore yang pada saat itu dikuasai oleh Spanyol. Ada tujuan tersendiri di bangunya benteng ini, yakni untuk menghalangi serangan dari arah Pulau Tidore. 

Benteng Kalamata punya empat buah kubu pertahanan di setiap keempat arah mata angin. Di setiap kubu pertahanan dalam benteng ini terdapat semacam lubang untuk membidik sasaran.Pada awalnya benteng ini bernama Santa Lucia. Tapi telah di ubah menjadi Kalamata karena benteng ini menjadi wujud penghargaan kepada Pangeran Kalamata. Pangeran Ternate yang telah meninggal di Makassar.

Benteng Oranje Di Ternate


Suatu hal yang sangat menyenangkan jika bisa berkeliling kota Ternate. Banyak tempat wisata yang patut di kunjungi di kota Ternate. Terdapat beberapa benteng yang sangat cantik di kota ini. Salah satunya adalah Benteng Oranje Ternate (Fort Oranje). Benteng ini terletak di kelurahan Gamalama, kec. Ternate Tengah, Kota Ternate, Provinsi Maluku Utara. Benteng ini memiki bentuk mirip trapezium. Di bangun di atas lahan seluas 12.680 m≤ dan juga mempunyai empat buah bastion pada setiap sudutnya. Tingginya sekitar 5 meter dengan kemiringan 4 derajat, tebalnya kurang lebih 1 meter dan bagian dalam dalam benteng mempunyai ketebalan 0,75 meter.

Di bagian atas tembok benteng oranje ini terdapat rampart atau di sebut dengan jalan keliling yang bisa menghubungkan keempat bastion di tiap sudutnya. Rampart ini berada pada ketinggian kurang lebih 3,5 meter dari tanah dan memiliki jarak kurang lebih 1,1 meter dari ketinggian dinding tembok. Pada saat Portugis meninggalkan Ternate, Lonceng yang berada di benteng ini sempat dipindahkan VOC lalu di gantung di pintu masuk benteng Oranje. Sekitar tahun 1950 lonceng ini tetap terpasang di sana tapi sekitar tahun 1951 loncengnya dipindahkan dan disimpan pada gereja Katolik (Gereja Batu) di Ternate.

Banyak sekali kekayaan cagar budaya di Ternate, Maluku utara karena terdapat beberapa benteng yang indah serta cerita isi sejarahnya. Pesona Benteng Ternate menjadi salah satu daya tarik wisatawan. Dari beberapa benteng peninggalan sejarah dan juga menjadi saksi sejarah yang di yakini bisa menarik wisatawan, di antaranya yaitu Benteng Tulokko, Benteng Kalimata dan Benteng Oranje. Keberadaan beberapa benteng Ternate ini dengan sendirinya menjadi pertanda sebuah fase politik ekonomi global awal dimulai. Karena dengan kedatangan bangsa Belanda dan Portugis yang semakin menyuburkan perdagangan kolonial dengan penguasaannya atas monopoli rempah serta cengkeh di Ternate dan sekitarnya dan juga tidak hanya keindahanya saja tapi juga cerita sejaranya yang patut di ketahui.


Sumber foto :

https://1.bp.blogspot.com/-UBncNvAdcxU/VzquBi-RoRI/AAAAAAAAAA4/GgQxXdXoQ1gtHB5dO6zkgPz0RDbt20j2wCLcB/w1200-h630-p-nu/Benteng%2BTolukko%2B%2528Santo%2BLucas%2529%252C%2BTernate%2B673.jpg

https://becakantik.files.wordpress.com/2013/05/2.jpg

http://assets.kompas.com/data/photo/2015/04/16/0844587Bagian-depan-utara-Benteng-Oranje-yang-dulunya-dipadati-Pedagang-Kaki-Lima-PKL-kini-ditata-kembali-dengan-pembangunan-taman.-780x390.jpg







Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Pesona Indahnya Benteng Tulokko, Kalamata dan Oranje Di Ternate"

Poskan Komentar